Jangan Pernah Takut Meminta Maaf

Ahmad_Arief_Budiman_ahmadariefcom_Ariep_Arif

Perjalan panjang hidup yang menuntun kita pada jarak dan waktu yang tak pernah terduga, senantiasa menjadikan kita pribadi yang matang setiap harinya. Berbagai cerita terajut dalam untaian pengalam hidup yang sempurna saat kita senantiasa mensyukurinya.

Kembali teringat saat seorang paling sempurna di muka bumi ini berhijrah ke Madinah yaitu Nabi Muhammad SAW pada september 622 M. Begitu banyak orang yang membenci beliau karena ajaran yang diberikan bertentangan dengan nilai leluhur yang sudah ada sejak zaman nenek moyang terdahulu. Namun, ketika sebagian besar membenci Rasul, tak pernah terbesit sedikitpun rasa amarah, terlebih dendam dihatinya. Bahkan Ia selalu berdoa agar pembenci itu diberikan kebaikan hati dan jiwa.

Kini, zaman semakin berubah, budaya yang semakin hari semakin ke arah yang lebih maju, menjadikan sikap apatis tumbuh pada pribadi tiap insan. Sikap ramah dan bersahaja sudah sulit untuk ditemukan pada pribadi-pribadi muda saat ini. Sampai pada suatu ketika saat dimana kita tanpa sengaja melakukan kesalahan yang menyinggung hati dan perasaan orang lain, maka saat itulah seolah dunia terasa sempit. Setidaknya itu yang saya alami saat melakukan setitik kesalah.

Datang dan merantau jauh ke tempat asing, menimba ilmu, mencari kenangan baru, berbaur dengan teman-teman baru menjadikan saya harus benar-benar bersahabat dengan banyak orang asing. Tapi, tak semua orang mampu berkomunikasi baik dengan banyak orang. Dan saya adalah salah satunya. Karena hal itu mungkin yang menjadikan saya tak berteman dengan banyak orang.

Teman yang terbatas, menjadikan tiap detik yang terlewatkan dalam hidup kadang dipenuhi dengan rasa sepi, hampa, dan sesekali perasaan rindu ibu tercinta. Namun, semua rasa itu selalu berusaha untuk saya simpan jauh dilubuk hati paling dalam dan berusaha untuk menumbukan kegembiraan serta senyum untuk orang lain.

Sampai pada suatu ketika saat tak pernah secara sengaja saya melakukan satu kesalahan yang mungkin menyakitkan hati orang lain. Pada saat itulah seketika dunia benar-benar terasa sempit. Terasa bagai tak ada jalan keluar dari lubang gelap dibawah alunan rasa bersalah. Hanya maaf yang bisa saya sampaikan, tapi jika ada hal yang lebih dari ketulusan maaf dalam hati untuk memperbaiki kesalahan, hal itu pasti sudah saya berikan.

Semoga Tuhan terus menuntun hati yang lemah ini untuk belajar lebih dalam tentang sebuah kesalahan. Tak pernah takut untuk mengakui kesalahan dan terus memperbaiki diri, adalah salah satu dari pendewasaan diri ini. Semoga setiap hal yang pernah saya lakukan yang melukai hati setiap orang termaafkan seutuhnya. Dan untukmu, maaf jika karenaku, ada yang terluka, dan itu salahku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s